belut

Cara dan Tips dalam Budidaya Ikan Betutu

Budidaya Ikan Betutu –¬†Jenis ikan betutu merupakan salah jenis ikan hias. Betutu merupakan ikan pemalas karena tidak pernah bergerak kecuali disentuh manusia.

Walaupun terkesan malas bergerak, ikan ini mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga banyak dicari oleh kolektor.

Dengan harga yang tinggi, banyak para pembudidaya mencoba mengembangkan ikan betutu sebagai komoditi. Selain sebagai ikan hias, betutu juga banyak dikonsumsi karena dagingnya yang berwarna putih dan bertekstru lembut.

Salah satu keunggulan dari ikan betutu adalah mempunyai ketahanan tubuh yang baik. Maka tidak heran jika dibeberapa negara maju ikan betutu secara luas sudah digunakan sebagai alternative terapi pasca operasi. Budidaya ikan betutu berbeda dengan budidaya jenis ikan lainnya, ini dikarenakan ikan betutu termasuk ikan pasif yang hanya bergerak ketika diberi pakan.

Persiapan kolam

Teknik pembuatan kolam betutu kurang lebih sama dengan kolam untuk budidaya ikan lainnya, yang membedakan adalah perawatannya.

Pembuatan kolam untuk budidaya betutu harus mempertimbangkan tempat teduh dan pencahayaan harus samar atau tidak terkena matahari secara langsung.

Kolam betutu harus diberikan tempat perlindungan misalnya genteng atau tumbuhan air. Meskipun begitu, ikan betutu dapat dengan kualitas air yang tidak terlalu bagus dan keruh.

Pemupukan dasar kolam

Setelah persiapan kolam untuk budidaya betutu telah selesai, kolam harus dikeringkan kurang lebih selama lima hari hingga semua tanah retak.

Setelah itu kolam diberi pupuk kompos atau organic kemudian biarkan sampai mengering. Jika dasar kolam telah mengering, baru kolam diisi dengan air setinggi 30 cm.

Biarkan air dalam kolam hingga beberapa hari atau hingga air berubah warna menjadi hijau, setelah itu tambahkan air hingga ketinggian satu meter.

Penebaran benih

Bibit ikan betutu bisa diperoleh dari hasil pemijahan maupun budidaya. Untuk menghasilkan benih dari hasil pemijahan, indukan pejantan dan indukan betina harus diisolasi terlebih dahulu.

Pemijahan ikan betutu dapat dilakukan secara alami, dan dalam kolam harus diberi semacam media untuk menempatkan telur betutu.

Untuk mempercepat penetasan, telur ikan kemudian dipindah dan dilakukan penyemprotan secara terus menerus menggunakan air yang dicampur dengan metilen blue.

Untuk jenis bibit dari budidaya, penebaran benih dapat dilakukan dengan menaruh bersamaan dengan plastiknya ke dalam kolam. Sedangkan untuk benih dari pemijahan harus dilakukan secara bertahap.

Pemberian pakan

Pakan ikan betutu dilakukan diawal bersamaan dengan persiapan kolam. Pakan ikan betutu berupa ikan nila kecil yang telah dimasukkan sehabis masa pemupukan kolam.

Nila kecil kemudian akan tumbuh dan berkembangbiak sehingga akan menjadi makanan alami ikan betutu. Jenis pakan lain yang dapat diberikan adalah pelet.

Pelet dapat diberikan ke dalam kolam ikan betutu jika sudah mencapai umur minimal delapan bulan. Pelet untuk ikan betutu harus mempunyai kadar protein sekitar 30%.

Pemanenan

Panen ikan betutu dapat dilakukan setelah ikan berumur 11-12 bulan atau paling tidak hingga mencapai bobot 400 gram. Pemanenan biasanya menggunakan jaring kecil berbentuk bulat. Panen ikan betutu biasanya dilakukan dengan cara selektif atau satuan.

Hal ini dikarenakan karakter ikan betutu yang selalu berdiam di dasar kolam sehingga sangat menyulitkan jika dipanen dengan cara total.

Penyakit

Ikan betutu juga tidak terlepas dari penyakit yang menyerang. Penyakit ini biasanya ditandai dengan luka dan kulit yang berlendir.

Untuk mengatasi hal ini, rendamlah ikan betutu ke dalam air yang telah dicampur dengan garam. Perendaman ikan betutu paling tidak harus dilakukan selama 30 detik.

Baca Juga : Panduan Sederhana Dalam Budidaya Belut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *