konservasi tanah

Pengertian dan Definisi Konservasi Tanah dan Air

Konservasi Tanah

Secara harafiah, kata konservasi berasal dari bahasa inggris yaitu Conservation yang berarti pelestarian atau perlindungan.

Sedangkan konservasi tanah sendiri adalah segala daya upaya untuk mencegah terjadinya erosi tanah, serta upaya untuk memperbaiki kondisi tanah jika sudah terlanjur terkena erosi.

Seperti yang kita tahu bahwa dampak erosi tanah dapat sangat merugikan, terutama bagi mereka yang berkecimpung di bidang pertanian.

Erosi tanah dapat mengurangi kesuburan suatu lahan. Sedangkan sedangkan penyebab dari terjadinya erosi sendiri ada banyak hal.

Namun yang paling sering terjadi adalah dampak dari air hujan. Air hujan yang turun membawa energi kinetik yang dapat mengangkut partikel-partikel tanah.

Lambat laun partikel-partikel yang diangkut itu dapat berjumlah besar. Hal ini yang kemudian dapat mengurangi kesuburan tanah karena tanah yang subur membutuhkan unsur hara. Biasanya unsur hara tersebut berada di permukaan, dimana di bagian permukaan tanah adalah bagian yang paling rawan terkena erosi.

Konservasi tanah sendiri terbagi menjadi tiga metode utama:

  1. Metode Vegetatif

Metode vegetatif sendiri adalah suatu teknik konservasi yang menggunakan tanaman sebagai sarana untuk konservasi.

Metode konservasi ini sering kita jumpai terutama oleh para petani yang menanam lahanya dengan berganti-ganti komoditas sesuai musim.

Hal tersebut adalah salah satu metode konservasi tanah karena dengan menanam lahan secara bergantian maka unsur hara tanah akan semakin kaya dan erosi pun dapat dihidari.

Disamping itu masih banyak lagi metode konservasi yang menggunakan media tanama ini. Metode vegetatif cukup efektif dan efisien karena memanfaatkan alam untuk mengatasi kerusakan alam.

  1. Metode Mekanik

Metode mekanik ini adalah metode konservasi tanah yang menggunakan rekayasa mekanik untuk meredam erosi dan mencegahnya.

Metode konservasi tanah secara mekanik ini juga termasuk memberi pembatas pada lahan untuk mencegah erosi tanah, membuat saluran air agar air tidak mengangkut partikel tanah, membuat penahan hujan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan fisik suatu lahan

  1. Metode Kimia

Metode kimia adalah upaya pencegahan dan penaganan erosi dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Metode ini sering dilakukan dengan cara mengaplikasikan bahan pemantap tanah dari bahan kimia tertentu sehingga tanah dapat diperbaiki strukturnya dan juga tanah menjadi tahan terhadap erosi.

Konservasi Air

Konservasi air juga bisa disebut dengan usaha penghematan air. Secara teori konservasi air dapat diartikan sebagai pengelolaan sumber daya air yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara serta meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya (UU No. 05-1990 Konservasi SDA Hayati).

Sedangkan tujuan dari upaya konservasi air ini sendiri adalah:

  1. Untuk menjaga ketersediaan air untuk masa depan dan untuk generasi masa depan. Penggunaan air bersih di masa kini menentukan ketersediaan air bersih di masa depan. Untuk itu pemanfaatan air haruslah bijaksana. Pasokan air segar pada sebuah ekosistem tidak dapat diganti dengan air yang nilainya sama di masa depan.
  2. Untuk upaya penghematan energi. Menyediakan pasokan air bersih pada suatu tempat berarti membutuhkan konsumsi energi. Misalnya pemompaan, pengiriman, pengolahan dan sebagainya, semua itu membutuh konsumsi energi. Dengan menghemat air maka konsumsi energi juga dapat dihemat.
  3. Menjaga ekosistem. Penggunaan air yang diminimalkan dapat mengamankan simpanan air bersih untuk habitat lokal. Sehingga keseimbangan ekosistem dapat terjaga dengan tidak kekurangan air.

 Baca Artikel Lainnya : 5 Cara Mudah Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *